Blog, Cara, Tips, Pendidikan, Gayo, Aceh Tengah, Mahasiswa, Komputer, Printer, Teknologi, Google

Tampilkan posting dengan label Info Gayo. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Info Gayo. Tampilkan semua posting

Cinta Budaya dengan Cara Sederhana | Mahasiswa Becanang di Gayo

Catatan Mahasiswa gayo | Canang merupakan instrumen khas gayo yang ditabuh pada waktu tertentu terutama pada acara pernikahan. Komposisi instrumen canang ini terdiri dari canang 1,2,3 satu memong dan satu gong. Dataran Tinggi Gayo, Canang merupakan alat musik masih eksis dipergunakan dalam acara adat di gayo, seperti pernikahan misalnya. Canang cenderung dimainkan oleh kaum ibu. 

Saat ini, Instumental tradisi "canang harus mampu bersaing dengan budaya modern. Tak jarang di kompleks perkotaan di Dataran Tinggi Gayo canang enggan berbunyi pada perayaan pesta pernikahan,  Jika pun ada tidak lagi menjadi instrumental utama. Masih berbanding terbalik dengan kondisi pedesaan yang masih kuat menjunjung tradisi. canang ibarat memiliki nyawa tersendiri dalam seni musik, kita bisa lihat bagaimana para pemain canang yang dominan adalah dari kaum ibu ini begitu menikmati suara alunan canang. Kita lihat lebih nyata lagi, pada hakikatnya saat bunyi canang diperdendangkan akan mampu mencuri perhatian massa dalam meramaikan suasana pernikahan.


Nah, Bagaimana dengan kondisi saat ini? apakah hanya ibu-ibu saja yang bisa bermain canang? Tentu tidak donk, sesuai dengan judul kita kali ini Cinta Budaya dengan Cara sederhana. Kita sebagai generasi muda juga perlu memperkokoh tradisi yang ada di gayo ini, tak harus bermodalkan materi dan energi, hanya butuh sedikit rasa cinta dan kekompakan. Hal demikianlah yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang ada di dataran tinggi tanah gayo pada saat moment pernikahan, menabuh canang bersama-sama dapat mencaiarkan suasana keakraban. Itulah sisi mengapa Gayo itu kaya, karena gayo itu punya nilai kebersamaan yang telah terbingkai rapi didalam adat. Semoga artikel bebas dengan topic budaya di postingan berlabel info gayo ini bermanfaat (mohon maaf kepada pembaca beberapa hari ini sempat vakum mengupdate artikel karena kesibukan admin sendiri dalam mengelola). Oh iya. hampir saja lupa, ni beberapa fhoho - fhoto kegiatan becanang di Gayo.


Canang Gayo Memecah Heningya Malan. Fhoto Oleh : Riza Keizo Andika


Walau Ngantuk Tetap Eksis. Fhoto by : Riza Keizo Andika



hadhara rizka Info Gayo

Budaya Berutem di Gayo

Catatan Mahasiswa Gayo |Berutem, Berasal dari kata utem yang dalam bahasa gayo artinya kayu, atau lebih tepatnya kayu bakar. Di tambah dengan awalan ber mengartikan bahwa kegiatan yang berkaitan. Misalnya berutem (mencari kayu), berempus (empus = kebun) jadi berempus dapat diartikan berkebun.

Di kalangan Orang gayo sendiri kegiatan berutem kerapm dilakukan pada resepsi pernikahan, turun mandi sunnah rasul dan sebagainya. Berutem juga derung dilakukan oleh sekelompok orang yang terdiri dari family, kelompok bebujang (orang lajang) dan kelompok lainya dengan mencari kayu bakar bersama-sama. Kegitan ini sudah menjadi tradisi bagi orang gayo sendiri, lebih – lebih di pedesaan dengan nilai kekeluargaan dan kemasyarakatan yang tinggi. Yang menarik dari kegiatan berutem ini adalah dilakukan dengan masih menjaga barisan kekompakan semua komponen yang ikut, sebenarnya fokus nya hanyalah sebagai sarana khas untuk berkumpul bersama family, kelompok pemuda dan lain sebagainya sebagai wujud apresiasi dukungan terhadap family yang memiliki hajatan.

Fenomena dunia modern seperti saat ini memang telah banyak merubah pola kebiasaan khususnya masyarakat gayo. Kini pada acara resepsi pernikahan sudah mulai menggunakan kompor gas atau membeli kayu bakar yang sudah siap digunakan. Namun sebagian dari masyarakat masih pula membudayakan kegitan berutem bersama karena dianggap lebih memiliki nilai kebersamaan dan pengikat tali persaudaraan dan keakraban diatara sesama.

Berutem bukanlah pekerjaan, biasanya dari kaum adam nya fokus pada mencari kayu sebanyak-banyaknya di daerah milik sanak saudara terdekat, sementara kaum hawa juga tak kalah ambil andil dengan menyiapkan makanan-makanan kecil seperti gutel (makanan khas gayo) dan Kolak. Disamping itu pula makan siang sering diramaikan dengan hidangan cicah agur (terong belanda) dan Taruk ni jepang (pucuk jipang) serta masam jing, juga memungkinkan pengat (makanan khas gayo).

Kegiatan berutem memang perlu terus dijaga nilai tradisinya, karena setiap member yang ikut akan semakin akrab dan terus terjalin dalam tali silaturahmi yang baik.

Berikut adalah beberapa hasil foto unik kegitan berutem:
Ber Iwak Peyek setelah Berutem. Pimpinan Pasukan Bang Jikri dan Bang Darmawan
Sedang memuat Kayu Bakar "Utem" ke Mobil Truck
Istirahat sejenak, Tarmizi berpose

hadhara rizka Info Gayo

Enti Ne Mugetah, Si Mude Si Munetah

Catatan Mahasiswa Gayo | Hari ini admin kembali menerima tulisan dari sahabat dekat sejak smp dulu, sebagai mahasiswa gayo yang kini berkelana mengecam pendidikan di pulau jawa, ternyata jauh dari tanah gayo tidak membuat ia lupa untuk memberikan insfirasi, motivasi, kritis dan semangat untuk tanah gayo 
Sebelumnya admin ucapkan terima kasih kepada Penulis.
Selamat Membaca dan Tinggalkan Pesan Singkat anda untuk artikel ini
_________ **** _________

Saya teringat akan kata-kata bapak revolusi bangsa ini “Soekarno” yang pernah membuat dunia gentar,dan berpikir panjang di dalam berhadapan dengan indonesia, kata-kata beliau ini pasti akan terkenang di setiap jiwa muda yang menganggap penting nya sebuah perjuangan.
Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno).
Saat ini banyak kalangan berdiskusi tentang peluang kaum muda untuk tampil dalam dalam pentas kepemimpinan bangsa. Sebenarnya tak hanya di sektor publik/pemerintahan kaum muda bisa berperan. Sangat banyak tokoh muda yang berprestasi dan menekuni dunia pendidikan serta pengembangan sains dan teknologi. Namun, kiprah mereka jarang terdengar. Begitu pula, kaum muda yang merintis wirausaha dan mencapai sukses bisnis, jarang mendapat liputan luas media massa. Tak ketinggalan, kaum muda yang mengembangkan kreativitas seni dan budaya, karya mereka bahkan telah menembus batas-batas negara.

Kaum muda selama ini seolah terkubur dalam percaturan politik nasional. System regulasi internal partai yang cenderung hierarkis, memaksa setiap kader muda untuk bersabar dalam bersaing dengan kader senior yang lebih diprioritaskan. Merelakan potensi mereka yang besar karena system yang tidak memihak mereka. Maka tidak heran potensi kaum muda ini muncul saat ia telah menempuh hierarki dan memakan waktu yang panjang. Membuat mereka tak lagi fit dalam memimpin.

Sebagai the rising generation, kini saatnya kita sebagai putra-putri bangsa yang segar dan energik, membuktikan bahwa orang muda mampu mewujudkan hararapan dan cita-cita para pendiri. saya selalu oftimis dengan pemuda/i gayo dengan semangat roh munyang datu,pasti lah tentu generasi baru itu akan ada merubah dan menjadikan tanah yang memiliki banyak kekayaan ini maju di kancah nasional, maupun internasional.
Bangkit mi kite bebujang,beberu gayo,munetah singe salah, kati enti ne mugetah,si mude si munetah.
Kesadaran adalah matahari,
Kesabaran adalah bumi,
Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata!

Sudah saatnya kita tidak lagi berpangku tangan, mari kita kepalkan tangan, satu tekad untuk GAYO lebih baik.

Penulis :
Ricky Ara Sendi Apd
Repost by Admin
Catatan Mahasiswa Gayo

hadhara rizka Info Gayo, Motivasi

Lepat dan Lepat Tunu

Catatan Mahasiswa Gayo - Apakah anda masih asing dengan kata "lepat" Lepat adalah makanan khas Indonesia, yang banyak dijumpai pada masyarakat Sumatera, seperti Minangkabau, Aceh, dan Melayu. Lepat terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan gula merah hingga kalis, kemudian dibungkus dengan menggunakan daun pisang dan di bagian tengahnya diberi kelapa parut yang telah digongseng dengan gula yang dinamakan inti, kemudian dikukus hingga matang.

Pada masyarakat Gayo, lepat khusus disajikan pada hari-hari tertentu, terutama menjelang puasa (megang) dan Lebaran. Lepat akan tahan lama jika diasapi hingga dua minggu. Maka tidak lah heran lagi kenapa orang Gayo menjadikan Lepat sebagai makanan khas, sampai saat ini lepat juga belum lekang bagi Masyarakat Gayo yang masih tinggal agak jauh dari kota (pedesaan) bagi seperti halnya ketupat yang jadi ikon lebaran, masyarakat menjadikan lepat ini sebagai makanan yang selalu disambut oleh anggota keluarga.

Sedikit berbeda dengan daerah perkotaan, sudah agaka jarang masyarakat gayo yang membuat lepat pada peringatan penting seperti megang dan lebaran, namun sudah beralih ke makanan yang praktis. Bagi penulis sendiri, lepat tidak kalah enak kok dengan makanan saat ini.

Kembali ke daerah perkampungan, masyarakat gayo yang menghuni daerah pedesaan yang jauh dari kota Takengon masih menjadi tradisi tersendiri dalam menyambut hari penting. Lepat yang tidak habis akan mengeras dan keliatan sudah tidak enak lagi, nah yang kreatif lagi. lepat itu tadi masih bisa di goreng lo, enak bener tuh rasanya, tidak kalah juga ada yang dibakar juga (pokoknya tergantung selera deh) kalo di gayo Penulis menyebutnya dengan Lepat Tunu (Tunu = Bakar (Gayo).

Sebenarnya ini artikel yang paling cocok di posting pas lebaran lo, tapi tak mengapa lah Catatan Mahasiswa Gayo hanya ingin share info yang ringan-ringan saja.

hadhara rizka Info Gayo, Kuliner

Danau Laut Tawar dalam Catatan Mahasiswa Love Gayo

Catatan Mahasiswa Gayo - Parawisata merupakan penunjang kemajuan suatu daerah, banyak tempat wisata yang menjadi kujungan para pelancong. pada kali ini penulis akan mencoba memperkenalkan Wisata Alam Danau Laut Tawar Takengon.

Danau Laut Tawar adalah sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. luasnya kira-kira 5.472 hektar dengan panjang 17 Km dan lebar 3,219 Km. volume airnya kira-kira 2.537.483.884m3 (2,5 Trilyun liter).
Danau Laut Tawar memiliki 25 aliran krueng dengan total debit air kira-kira 10.043 liter per detik dengan rata-rata kedalaman tertingi adalah 51,13 meter dan kecerahan tertinggi 2,92 meter ditengah danau. semakin tinggi kecerahan maka semakin jernih.(sumber Acehpedia.org).

Nah, selain keindahan alam yang dimiliki oleh danau laut tawar dan kota takengon, di Wilayah Danau laut Tawar hidup pula spesies yang sangat khas yang mungkin sepengatuan penulis hanya tumbuh dan berkembang biak di Danau Laut Tawar Aceh Tengah Saja, Spesies itu adalah Ikan Depik. 

Nah, Ikan depik ini mimiliki makna filosofis yang baik lo (Versi  catatan mahasiswa gayo ) diantaranya :
  1. Ikan Depik ini hanya dapat hidup di Air Tawar yang bersih, hal ini mencerminkan keadaaan masyararakat sekitar serta kemurnian air danau laut tawar lo sobat.
  2. Ikan Ini Hidup secara Berkemlompok, Memiliki makna filosofis Kemasyarakatan yang kuat di dalam Gayo, Serta Hubungan kekerabatan yang sangat erat. Hidup secara bersama di Masyarakat seperti kata pepatah "Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.

Nah, Untuk Ekstranya,,, Saya juga menampilkan Landscape Danau Laut Tawar, dan Ikan Depik Takengon. Aceh Tengah khusus untuk pembaca sekalian.

Danau Laut Tawar

Pengat Ikan Depik "Makanan Khas Gayo"
Landscape Danau Laut Tawar"

Sawah Tersusun di Tepi Danau

Ikan Depik

hadhara rizka Info Gayo

Copyright © 2012 CATATAN MAHASISWA GAYO | Design by Mas Sugeng dan Mas Zaid dan Blogger Design3 | Powered by Blogger |